Jumat, 11 November 2016

UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP


Hasil gambar untuk gambar bismilah




UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

         Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de

Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
 a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
 b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a. Menjamin pemerataan dan keadilan.
b. Menghargai keanekaragaman hayati.
c. Menggunakan pendekatan integratif.
d. Menggunakan pandangan jangka panjang.
Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:
a. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah
Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:
a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai   Dampak Lingkungan).
d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:
1) Menanggulangi kasus pencemaran.
2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah
Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:
a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

b. Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.
Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita
Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara.Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c. Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:
1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

d. Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai.

Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

e. Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.


SEMOGA BERMANFAAT

Cara Menanamkan Rasa Cinta Kepada Lingkungan


Hasil gambar untuk gambar bismilah
Menanamkan rasa Cinta kepada alam dan lingkungan dari kecil dan dari hal terkecil
Cinta kepada alam dan lingkungan merupakan kalimat yang sering kita dengar akhir-akhir ini di televisi maupun disumber informasi lain ,Cinta kepada alam dan lingkungan adalah kalimat yang mengajak kita untuk selalu menjaga alam dan lingkungan tempat kita berpijak yaitu bumi ,Kalimat tersebut terdiri dari kata kata yangbermakna yaitu Cinta ,Alam ,dan lingkungan . Cinta adalah rasa sayang akan sesuatu baik itu kepada manusia maupun pada hal hal yang lain ,Alam adalah apa yang ada dilingkungan kita dimana tempat tersebut telah ada dari dahulu sejak terciptanya tempat tinggal kita yaitu bumi , Lingkungan adalah daerah tempat tinggal kita atau yang berdekatan dengan tempat tinggal kita yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Jadi Cinta kepada Alam dan lingkungan adalah rasa kasih /sayang kepada alam kita termasuk bumi dan tempat kita tinggal ,intinya kita harus menjaga alam dan lingkungan kita agar tidak rusak oleh tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
Berbicara tentang apa yang terjadi di Bumi memang tidak ada habis habisnya ,karena memang bumi kita sedang mengalami masalah yang dalam jangka panjangnya akan mengancam anak cucu kita nanti . Sebenarnya siapa yang harus disalahkan ….? .Memang kita harus mengembalikan kepada individu masing masing ,yaitu dengan memikirkan suatu cara bagaimana menanamkan rasa cinta kepada alam dan lingkungan dimulai dari kecil dan dari hal yang kecil serta melaksanakan cara tersebut supaya dapat berjalan lancar dan dapat mengembalikan bumi kita seperti dahulu yang tidak banyak polusi dan tentunya juga tidak menghasilkan polusi .

Bagaimana cara menanamkan rasa cinta kepada lingkungan dan alam kepada usia dini dari hal yang terkecil :
a. kita harus mengajarkan bagaimana cara merawat kebersihan badan ,pakaian ,lingkungan sambil menjelaskan apa itu yang dinamakan bersih dan untuk apa bersih itu,juga menjelaskan kepadanya untuk apa membersihkan lingkungan itu
b. kita juga harus mengajarkan tentang makhluk hidup , apa makhluk hidup itu ,mengapa ia bisa hidup dan cara untuk merawat makhluk tersebut agar tidak musnah atau mati

SEMOGA BERMANFAAT 

10 cara mencintai lingkungan



Hasil gambar untuk gambar bismilah


Berikut sepuluh cara mencintai lingkungan:

  1. Menghemat pemakaian air bersih di rumah. Mungkin kawan-kawan dan kakak-kakak bisa mandi secukupnya saja tanpa perlu berlama-lama atau mematikan keran air saat membersihkan gigi.
  2. Menghemat pemakaian Gas apa saja. Mungkin kita semua bisa menggunakan sepeda atau jalan kaki untuk mengunjungi tempat-tempat yang tidak terlalu jauh.
  3. Menghemat pemakaian kertas. Kita perlu menulis atau mencetak (print out) pada kedua sisi kertas agar lebih hemat.
  4. Menanam pohon di halaman yang kosong. Kawan-kawan dan kakak-kakak bisa memilih pohon apa saja untuk ditanam. Di samping akan menyejukkan udara di sekitar rumah, pohon juga baik untuk pelestarian air.
  5. Menggunakan pembersih rumah yang tidak membahayakan lingkungan.
  6. Menciptakan habitat satwa liar di halaman belakang rumah. Jika kawan-kawan dan kakak-kakak punya halaman yang kosong di bagian belakang rumah, boleh dijadikan habitat bagi satwa liar dengan cara menanam pohon-pohon dan sebagainya agar menjadi tempat hidup bagi burung, kupu-kupu, cicak, dan sebagainya.
  7. Memperbaiki produk-produk sepert kamera, kulkas dan kompor itu lebih baik daripada membeli yang baru. 
  8. Jangan menggunakan hairspray! Ini menyebabkan lapisan ozon menipis.
  9. Gunakan lagi botol air, handuk, dan gelas yang sudah ada dan masih layak dipakai.
  10. Daur ulang barang-barang yang lama menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk dapat digunakan kembali. Kami yakin kawan-kawan dan kakak-kakak punya banyak ide kreatif.

 SEMOGA BERMANFAAT

Ciri-ciri Lingkungan Yang Tidak Bersih



Hasil gambar untuk gambar bismilah

Lingkungan Yang Tidak Bersih

Ciri-ciri lingkungan tidak sehat adalah kebalikan dari lingkungan sehat. Lingkungan tidak sehat tidak bagus untuk tumbuh kembang anak dan juga kesehatan orang yang tinggal di lingkungan tersebut. Hal itu dikarenakan cepat atau lambat kesehatan seseorang akan terganggu dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat tersebut.
Berikut ini adalah ciri lingkungan tidak sehat yang harus diperhatikan oleh kita semua :
1. Kualitas Udara Buruk – Hal pertama yang menjadi ciri-ciri lingkungan yang tidak sehat adalah terlihat dengan kualitas udara yang ada di lingkungan tersebut. Kualitas udara yang buruk merupakan ciri lingkungan yang tidak sehat. Kualitas udara yang buruk bisa ditandai dengan udara di sekitar lingkungan berwarna putih maupun hitam yang diakibatkan oleh pencemaran udara. Tidak hanya itu saja kualitas udara yang buruk juga ditandai degan udara tersebut tidak segar namun malah berbau. Lingkungan yang berada di pinggir jalan dan dekat dengan kawasan industri biasanya memiliki kualitas udara yang buruk karena tercemar. Pengaruh udara yang tercemar ini adalah bisa menyebabkan orang yang berada di lingkungan tersebut memiliki gangguan pernafasan, misalnya saja asma. Untuk anak-anak yang selalu menghirup udara tersebut bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan paru-paru dan bisa terkena flek pernafasan.
2. Tidak Memiliki Tempat Sampah – Ciri lingkungan tidak sehat lainnya adalah tidak adanya tempat sampah sehingga membuat sampah menjadi besrerakan dan menjadi sarang penyakit. Tidak adanya tempat sampah bisa dilihat dari masing-masing rumah, apakah sampah domestik rumah tangga berserakan atau tertata rapi. Jika sampah di setiap rumah tertata rapi itu menandakan bahwa lingkungan rumah itu sehat sehingga bisa menciptakan lingkungan sekitarnya juga sehat, namun jika sampah domestik yang dimiliki justru berserakan kemana-mana itu tandanya lingkungan rumah itu tidak sehat sehingga bisa membuat lingkungan yang ada di sekitarnya juga menjadi tidak sehat.
3. Tidak Ada Tempat Akhir Pembuangan Sampah – Ciri limgkungan yang tidak sehat lainnya adalah di lingkungan tersebut tidak ada tempat akhir pembuangan sampah sehingga banyak masyarakat yang bingung mau membuang sampah yang menggunung  tersebut kemana. Akibatnya sampah akan dibiarkan tertumpuk di bak sampah selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Sampah yang menumpuk juga menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat sebab lalat dan berbagai macam hewan pembawa penyakit akan hadir di sana. Bau sampah yang menumpuk juga membuat penghuni rumah menjadi tidak nyaman.
4. Tidak Ada Pengelolaan Limbah Sampah – Ciri lingkungan yang tidak sehat lainnya adalah tidak adanya pengelolaan limbah sampah. Tempat akhir pembuangan sampah saja tidak cukup, namun tempat akhir pembuangan sampah harus dilengkapi dengan tempat pengelolaan limbah sampah dimana di tempat pengelolaan limbah itu sampah bisa di daur ulang menjadi barang yang berguna. Misalnya saja adalah botol bekas bisa dijadikan sebagai kerajinan tangan dan lain sebagainya. Jika tempat pengelolaan limbah sampah tidak ada akibatnya adalah sampah pun akan menggunung di tempat pembuangan akhir sampah. Sampah yang menggunung bisa menciptakan bau, penyakit dan juga membuat lingkungan menjadi tidak sehat. (baca : bahaya logam berat bagi lingkungan)
5. Tidak Tersedianya Saluran Air – Ciri lingkungan yang tidak sehat adalah setiap rumah tidak memiliki saluran air yang tidak lancar sehingga sarana untuk MCK pun tidak ada. Hal tersebut bisa menyebabkan lingkungan tidak sehat karena orang yang tidak memiliki saluran air tersebut akan melakukan kegiatan MCK di sungai yang ada di lingkungan tersebut. Sungai yang kotor juga bisa menyebabkan pencemaran lingkungan sehingga saluran air yang lancar dan bersih menjadi hal yang penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan juga sehat.
6. Sarana Kakus Tidak Ada – Lingkungan rumah yang tidak sehat adalah tidak tersedianya sarana kakus di rumah tersebut sehingga pemilik rumah terpaksa melakukan kegiatan kakus di sungai. Hal itulah yang bisa menyebabkan sungai menjadi tidak sehat. Air sungai yang tidak sehat lama kelamaan bisa membuat kondisi lingkungan juga tidak sehat.
7. Saluran Limbah Tidak Tersedia – Kebanyakan masyarakat saat ini tidak melengkapi saluran pembuangan limbah. Sehingga mereka banyak yang membuang saluran limbah domestiknya ke sungai. Hal tersebut bisa membuat kondisi lingkungan menjadi tidak sehat sebab banyaknya limbah yang dibuang ke sungai akan menyebabkan sungai berbau dan memiliki udara yang tidak bagus untuk pernafasan.
8. Gersang – Tanda lingkungan tidak sehat adalah di lingkungan tersebut tidak memiliki tumbuhan hijau yang bisa digunakan untuk menciptakan udara yang bersih dan juga sehat. Akibat tidak adanya tumbuhan hijau bisa membuat udara yang kotor dan tercemar akan tetap kotor.Tumbuhan bisa mengubah udara kotor menjadi udara bersih melalui proses fotosintesis. Oleh sebab itu di setiap lignkungan rumah diwajibkan untuk menanam tumbuhan hijau agar kualitas udara bisa tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya.
9. Banyaknya Hewan Kotor Berkeliaran – Lingkungan yang kotor sangat disukai oleh hewan yang kotor-kotor. Hewan itu suka tinggal di lingkungan yang kotor sebab kerjaan hewan tersebut adalah mencari makanan di lingkungan yang kotor. Manusia yang tidak sengaja memakan makanan atau minuman yang bersentuhan langsung dengan hewan tersebut bisa terkena penyakit baik yang ringan sampai dengan penyakit yang berbahaya. Penyakit yang bisa disebabkan oleh hewan yang hidup di lingkungan yang kotor adalah diare, pusing, sakit perut, leptospirosis, pes, penyakit tyfus dan masih banyak lagi lainnya. Hal itu bisa disebabkan oleh makanan dan minuman yang terpapar dengan hewan tersebut dan bersinggungan langsung dengan air seni hewan kotor tersebut. Berikut ini adalah hewan yang suka tinggal di tempat yang kotor :
10. Terlihat Kumuh – Ciri lain dari lingkungan yang tidak sehat adalah lingkungan yang tidak sehat tersebut akan terlihat kumuh sebab banyak sampah berserakan dimana-mana, bau, banyak hewan pembawa penyakit berkeliaran dimana-mana. Oleh sebab itu lingkungan itu akan terlihat kumuh dan tidak tertata dengan baik.

SEMOGA BERMANFAAT

Ciri-ciri Lingkungan Yang Sehat


Hasil gambar untuk gambar bismilah


Lingkungan Sehat


Lingkungan yang sehat cocok untuk dijadikan arena bermain anak atau tempat tinggal anak. Jika lingkungan rumah tidak sehat, hal itu bisa mempengaruhi kesehatan anak dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Diperlukan usaha dan upaya agar bisa menciptakan lingkungan yang sehat.
Berikut ini adalah ciri-ciri lingkungan sehat untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak:
1. Udara – Hal pertama yang bisa dilihat dari ciri lingkungan sehat adalah dari segi kualitas udara.  Lingkungan yang sehat bisa terasa dari udaranya. Jika lingkungan memiliki udara bersih, segar dan menyejukkan hal itu menunjukkan bahwa lingkungan yang ada di sekitar tersebut sehat. Udara yang bersih tidak pernah menghambat saluran pernafasan, namun sebaliknya udara yang bersih, segar dan sejuk bisa melegakan pernafasan. Jika dilihat dengan mata, udara bersih tidak berwarna. Sedangkan udara yang kotor akan memiliki warna yaitu berwarna putih maupun berwarna hitam. Warna di udara tersebut dipengaruhi oleh pencemaran yang ada di lingkungan tersebut.
2. Pembuangan Sampah – Lingkungan yang sehat juga terlihat dari adanya tempat pembuangan sampah, pembuangan sampah itu akan menampung sampah organik maupun sampan anorganik yang ada di masyarakat sekitar situ. Dengan adanya tempat pembuangan sampah lingkungan akan bersih, jika lingkungan bersih bisa menghindarkan dari berbagai macam penyakit dan pencemaran tanah.
3. Tersedianya Pengelolaan Sampah – Tempat pembuangan sampah saja tidak cukup untuk menjadikan lingkungan sehat. Lingkungan yang sehat harus dilengkapi dengan pengelolaan sampah. Misalnya saja adalah pengelolaan sampah organik dan juga anorganik. Jika tidak ada pengelolaan sampah akibatnya adalah sampah itu akan menumpuk dipembuangan sampah sehingga pada akhinya nanti bisa menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat.
4. Adanya Pengelompokan Sampah- Salah satu ciri lingkungan sehat adalah adanya pengelompokan sampah berdasarkan sifatnya. Lingkungan yang bersih dimulai dari lingkungan rumah. Oleh sebab itu untuk menciptakan lingkungan yang bersih terutama untuk anak-anak adalah dengan memilah-milah sampah berdasarkan sifatnya yaitu dapat diuraikan atau tidak dapat diuraikan. Sampah dedaunan, sampah kertas, sampah bekas sayuran bisa dimasukkan ke dalam tempat pembuangan sampah organik.
Untuk sampah plastik seperti sampah pembungkus makanan, sampah sedotan, botol mineral dan lain sebagainya bisa dimasukkan ke dalam sampah anorganik. Yang ada di lingkungan rumah seperti sekarang ini masih minim pengelompokan sampah berdasarkan sifatnya, mereka masih mencampurkan sampah anorganik dan juga sampah organik menjadi satu tempat akibatnya adalah saat di tempat pembuangan akhir sampah nanti akan kesulitan dalam mendaur ulangnya.
5. Saluran Air – Ciri lingkungan yang sehat lainnya adalah adanya saluran air di lingkungan tersebut sehingga orang yang tinggal di lingkungan tersebut bisa menjaga kesehatan dengan menggunakan saluran air tersebut. Saluran air yang lancar dan tidak tersumbat akan membuat orang yang ada di lingkungan tersebut mudah untuk melakukan mandi cuci kakus atau MCK sehingga kesehatan pun bisa dijaga. Bisa kita bayangkan bagaimana jika saluran air tidak ada?, tentu orang yang tinggal di lingkungan tersebut akan melakukan MCK di sungai atau di tempat yang dipenuhi dengan air. Akibatnya adalah lama-kelamaaan air bisa tercemar dan tidak bisa digunakan lagi.
6. Terlengkapinya Sarana Kakus Yang Baik – Saluran air yang lancar belum bisa menciptakan lingkungan yang bersih jika tidak dilengkapi dengan sarana kakus yang baik. Memang saat ini banyak rumah yang sudah dilengkapi dengan saluran air yang bersih dan lancar namun banyak orang terutama di pedesaan belum memiliki sarana untuk melakukan kakus, hal itu ditandai dengan masyarakat pedesaan yang memilih untuk melakukan kakus di sungai yang ada di lingkungannya. Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat tidak memiliki sarana kakus yang memadai. Biaya yang mahal untuk pembuatan sarana kakus membuat masyarakat memilih untuk melakukan kakus di sungai yang tanpa biaya. Hal tersebut jika dilakukan terus menerus bisa menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat.
7. Banyaknya Tumbuhan Hijau – Salah satu ciri lingkungan yang sehat adalah banyaknya tumbuhan hijau di lingkungan tersebut. Lingkungan yang bersih adalah lingkungan yang tidak gersang sehingga pemandangan akan tampak hijau di lingkungan tersebut. Penanaman pohon bisa dilakukan di setiap rumah ssehingga setiap rumah memiliki tumbuhan hijau yang terpelihara dan tertata rapi. Tumbuhan hijau itu juga menciptakan udara yang bersih. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa udara yang bersih merupakan salah satu ciri dari lingkungan yang bersih dan juga sehat.
8. Pengelolaan Limbah Yang Baik – Lingkungan yang bersih juga ditandai dengan ciri-ciri berupa adanya pengelolaan limbah yang baik di setiap rumah. Setiap rumah akan menghasilkan limbah domestik atau limbah rumah tangga yang bisa mencemari lingkungan. Oleh sebab itu diperlukan saluran limbah dan pengelolaan limbah yang baik di setiap rumah untuk bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih

SEMOGA BERMANFAAT

Akibat Dari Lingkungan Kotor

 

Hasil gambar untuk gambar bismilah 


Dampak Buruk Lingkungan yang Tidak Sehat .


Terdapat banyak sekali dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat dan dampak-dampak buruk itu sendiri bisa terkait dengan banyak hal. Sebagai contoh, kebiasaan sebagian besar masyarakat saat ini yang selalu menggunakan kendaraan bahkan dalam melakukan perjalanan yang jaraknya relatif dekat telah menimbulkan polusi udara yang tentu membuat udara yang ada di lingkungan menjadi tidak sehat.

Tidak sehatnya udara tentu merupakan suatu kondisi yang buruk mengingat semua anggota masyarakat memerlukan udara untuk bernafas sehari-harinya dan udara yang tidak sehat tentu akan menjadikan siapa saja yang menghirupnya menjadi tidak sehat. Hal tersebut, tentu saja, bukanlah satu-satunya dampak buruk dari lingkungan yang tidak sehat.

Selain udara tidak sehat yang terdapat di lingkungan kita, air yang tidak sehat juga telah menjadi problema besar di berbagai wilayah saat ini. Tidak sehatnya air yang ada di lingkungan saat ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti limbah pabrik dan industri yang mencemari sungai-sungai, limbah deterjen yang berasal dari rumah-rumah penduduk, dan masih banyak lagi.

Dampak buruk dari tidak sehatnya air sendiri ada banyak sekali mengingat air merupakan salah satu elemen paling penting dalam kehidupan masyarakat. Bagaimana tidak, jika air yang ada di lingkungan tercemar, itu berarti bahwa masyarakat akan senantiasa meminum air yang tercemar, memasak menggunakan air yang tercemar, serta mencuci dan mandi dengan air yang tercemar pula.

Tak hanya disebabkan oleh tidak sehatnya udara dan air yang ada di lingkungan, lingkungan yang tidak sehat juga bisa diakibatkan oleh tidak sehatnya tanah. Limbah cair yang langsung dibuang ke tanah seperti sisa-sisa pengolahan produk industri, oli, serta limbah padat seperti plastik, bungkus makanan, serta kaleng dan botol minuman telah terbukti menjadi salah satu dari penyebab utama pencemaran tanah.

Tercemarnya tanah tentu berdampak sangat buruk bagi lingkungan dan masyarakat mengingat tercemarnya tanah bisa berakibat pada tidak sehatnya buah serta sayuran yang ditanam diatas tanah tersebut dan terlebih lagi, jika tanah tidak sehat, maka air tanah pun akan turut menjadi tidak sehat.


SEMOGA BERMANFAAT

 

Selasa, 01 November 2016

Reboisasi

A. Penjelasan tentang reboisasi
Reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah gundul atau tandus, tidakan reboisasi ini untuk menanami hutan yang gundul akibat di tebang atau akibat bencana alam. Tujuan dari reboisasi ini yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup makhluk hidup khususnya manusia melalui kualitas peningkatan sumber daya alam. Dengan kembalinya fungsi hutan maka dapat menghindarkan lingkungan hidup dari polusi udara, kembalinya ekosistem dan dengan reboisasi dapat menanggulangi global warming.
Reboisasi hanya dilakukan di hutan atau lahan yang kosong atau gundul, tentunya hutan yang dimaksud adalah hutan yang telah ditentukan oleh peraturan. Dengan demikian, membuat hutan yang baru pada area bekas tebang habis, bekas tebang pilih, lahan gundul ataupun pada lahan kosong lainnya yang terdapat di dalam kawasan hutan itu termasuk kedalam reboisasi.
Reboisasi sangat erat hubungannya dengan kata penghijauan, dengan menggalakkan penghijauan maka lingkungan sekitar tempat tinggal akan terasa lebih sejuk, ketersediaan air tanah akan terjamin dan dapat meningkatnya kesuburan tanah. selain itu reboisasi juga dapat menurunkan pemanasan global atau global warming.
pengertian reboisasi
Bandingkan saja jika pegunungan atau hutan tandus, pinggir jalan raya tanpa kerindangan pepohonan hijau, tentu saja lingkungan akan terasa panas, air tanah-pun untuk kebutuhan pertanian akan menjadi terbatas, dan juga akan menimbulkan rusaknya ekosistem hutan yang dihuni oleh berbagai macam hewan.
B. Manfaat reboisasi
Dengan melakukan reboisasi kita dapat memperoleh banyak manfaat, diantaranya seperti di bawah ini:
1. Untuk melestarikan SDA (Sumber Daya Alam)
Unsur dari tata lingkungan biofisik yang nyata serta yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan manusia, dengan maksud untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka tindakan eksploitasi harus harus disertai dengan peraturan-peraturan pemanfaatan dan pelestarian dari (Sumber Daya Alam).
2. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan hidup, khususnya pencemaran udara akibat dari polusi asap kendaraan bermotor dan industri harus menjadi perhatian yang serius saat ini, dengan meningkatnya pengguna kendaraan bermotor dan kegiatan industri seperti pabrik-pabrik dan pertambangan telah banyak mengganggu ekosistem hidup, oleh sebab itu kita harus melakukan kegiatan reboisasi atau lebih dikenal dengan kegiatan Go Green. Dengan melakukan reboisasi kita dapat mencegah ataupun menanggulangi global warming.
3. Untuk melestarikan hutan dan mencegah adanya bencana banjir, longsor dan bencana alam lainnya.
4. Untuk meningkatkan SDA (Sumber Daya Alam) dan melestarikannya, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Demikian pembahasan mengenai definisi atau pengertian reboisasi, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat…